Wali Kota Tampung Saran dan Masukan Ulama untuk Kemajuan Kota Yogya

GONDOKUSUMAN-Pemerintah Kota Yogyakarta dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Yogyakarta melakukan safari tarawih ke Masjid Agung Syuhada pada Senin (24/3/2025). Safari tarawih yang dipimpin oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo itu menyosialisasikan beberapa program Pemkot Yogyakarta. Mulai dari penanganan sampah sampai jaminan kesehatan bagi penduduk Kota Yogyakarta.
Hasto menegaskan dirinya sengaja melakukan safari subuh, tarawih dan jumatan untuk mendengarkan nasehat dan masukan dan saran para ulama. Sesuai tema yang diminta takmir Masjid Agung Syuhada, Hasto menyampaikan terkait politik Islam atau Islam politis dalam agama. Pihaknya memaparkan  berdasarkan pengalaman saat menjabat Bupati Kulonprogo sampai kini. Termasuk menginformasikan dan memohon dukungan melaksanakan program-program Pemkot Yogyakarta.
"Mohon doanya di waktu yang singkat di  tiga minggu menjabat banyak janji-janji (yang harus dilaksanakan). Untuk sampah akan kami bersihkan Insya Allah  sebelum seratus hari kerja depo-depo sampah akan kita bersihkan," kata Hasto.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat memberikan ceramah dalam safari tarawih di Masjid Agung Syuhada.

Hasto juga memprioritaskan kesehatan bagi seluruh masyarakat Kota Yogyakarta. Hal itu ditunjukkan dengan adanya program jaminan kesehatan daerah (jamkesda) bagi penduduk Kota Yogyakarta yang tidak memiliki BPJS Kesehatan. Pemkot Yogyakarta akan menanggung biaya iur BPJS layanan kesehatan pada kelas 3 sebagai upaya mewujudkan masyarakat sehat.
"Bagi masyarakat yang tidak punya BPJS tapi warga KTP Yogyakarta jangan khawatir kita bayari dari Jamkesda. Kita pakai  BPJS kelas tiga. Ini usaha kami untuk melayani kesehatan masyarakat," tambahnya.
Pihaknya juga berupaya meningkatkan akses air bersih kepada masyarakat dengan mendorong berlangganan air PDAM Tirtamarta. Hasto mengaku layanan PDAM Tirtamarta belum banyak digunakan masyarakat. Oleh sebab itu biaya pasang PDAM  Tirtamarta diturunkan menjadi Rp  500 ribu dari sekitar Rp 1,6 juta. Harga tersebut berlaku untuk sejumlah kuota."Harga kami turunkan. Silahkan dimanfaatkan dengan baik," ujarnya.

Hasto mengikuti salat tarawih berjamaah saat safari tarawih di Masjid Agung Syuhada.

Hasto menegaskan dirinya membuka layanan keluhan, aduan masyarakat lewat  open house di Kantor Wali Kota Yogyakarta tiap Rabu pukul 05.00-09.00 WIB. Pihaknya siap menerima aduan masyarakat secara langsung. Hasto juga memberikan perhatian kepada warga lanjut usia (lansia) dengan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan gratis.Mengingat jumlah lansia di Kota Yogyakarta cukup banyak. 
"Lansia periksa gratis, tiga  bulan sekali kita cek, kesehatannya. Di Kota Yogyakarta banyak lansia, makanya kami harus memeriksa  rutin. Itulah beberapa program yang kita jalankan dan masih banyak program yang dikerjakan pemkot dan program seratus hari kerja," terang Hasto.
Sementara itu Wakil Ketua Pengurus Yayasan Masjid Syuhada, Suyanto menyampaikan terima kasih atas kehadiran jajaran Pemkot Yogyakarta di Masjid Agung Syuhada. Termasuk atas sejumlah bantuan yang diberikan Pemkot Yogyakarta, BUMD dan lainnya kepada Masjid Agung Syuhada yang diserahkan saat safari tarawih. Masjid Syuhada didirikan pad 22 September 1952 dan sempat ada rencana direnovasi setelah ada kunjungan menteri pekerjaan umum perumahan. Namun sampai kini renovasi belum dilakukan.

Hasto menyerahkan bantuan rehab masjid secara simbolis kepada Wakil Ketua Yayasan Masjid Syuhada


"Oleh karena itu mohon doa dan dukungan dari jamaah agar masjid ini bisa kembali menjadi simbol kebanggan umat Islam di Yogyakarta. Pada 10 Maret 2023 Masjid Syuhada secara resmi  ditetapkan sebagai Masjid Agung Kota Yogyakarta dengan keputusan wali kota. Tentu ini menjadi sebuah energi tersendiri bagi kami untuk terus mengelola menjadi masjid yamg berkah, makmur dan mendatangkan kebaikan," pungkas Suyanto.(Tri)