Jaga Kebersihan Saat Idul Fitri, Tindak Tegas Pembuang Sampah Liar


 

Umbulharjo - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, meninjau sejumlah depo sampah dan posko darurat sampah di berbagai titik kota. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kebersihan lingkungan tetap terjaga, terutama saat meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Lebaran.

 

"H-1 Idul Fitri, kami berkeliling ke depo sampah dan posko darurat sampah. Kemarin, kami sudah meninjau posko-posko pengamanan, dan sebelumnya juga berkeliling ke pasar-pasar. Tujuannya adalah agar pasar tetap terjangkau masyarakat, keamanan tetap terjaga, dan kebersihan lingkungan bisa dipastikan," ujar Hasto usai melakukan peninjauan, Minggu (30/3).

 

Ia menyebut bahwa beberapa depo sampah besar telah dalam kondisi bersih, namun masih ada depo-depo kecil di dalam kampung yang perlu penanganan lebih lanjut. 

 

"Kita akan memastikan dalam 100 hari kerja semua depo sampah ini tertangani dengan baik. Alhamdulillah, menjelang Lebaran ini, kondisi kebersihan sudah jauh lebih baik. Alhamdulillah sudah mulai lega," jelasnya.

 

Keberadaan posko darurat sampah juga dinilai efektif dalam mengurangi kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan. "Kami melihat ada peningkatan kesadaran warga. Namun, masih ditemukan beberapa titik di mana sampah dibuang tidak pada tempatnya, seperti di pinggir jalan," ungkap Hasto.

 

Foto bersama petugas keamanan posko darurat sampah

 

Pihaknya juga mengingatkan para petugas posko untuk lebih tegas dalam mengawasi dan menindak pembuangan sampah sembarangan.

 

"Saya melihat ada petugas yang masih kurang tegas. Jangan melankolis, kalau melihat yang buang sampah di pinggir jalan, tangkap dan bawa mereka ke posko Satpol PP untuk diberi pembinaan. Tapi, jangan ada tindakan kekerasan atau perlakuan yang tidak manusiawi. Setelah diberikan pembinaan, mereka bisa diantar pulang untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut dari RT/RW," tegasnya.

 

Selain itu, Hasto mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan saat pelaksanaan Salat Idul Fitri. 

 

"Saya mengajak seluruh warga yang akan melaksanakan Salat Id, baik di alun-alun maupun di lapangan, untuk tidak meninggalkan sampah sedikit pun. Jika membawa kertas atau plastik permen, simpan di saku dan buang di tempat sampah. Jika menggunakan alas seperti koran atau plastik, setelah selesai salat, segera ambil dan buang ke tempat sampah yang telah disediakan," ujarnya.

 

Menutup pernyataannya, Hasto mengucapkan selamat Idulfitri kepada masyarakat Yogyakarta. "Saya mengucapkan Selamat Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin. Mari kita jaga kesucian hati dan kebersihan lingkungan," pungkasnya. 

 

Peninjauan posko darurat sampah depan gembira loka zoo

 

Salah satu penjaga posko darurat sampat di daerah Giwangan, Jaka Handoyo masih ada masyarakat yang berani membuang sampah di jam-jam tertentu seperti tengah malam atau dini hari. Pihaknya juga mengeluhkan sungkan untuk menangkap karena yang membuang sampah memiliki profesi tertentu.

 

“Kadang masih ada yang berani yang buang sampah disitu, saya tegur tapi lebih galak dan punya profesi. Saya sungkan. Tapi alhamdulillah sekarang jauh lebih baik. Semoga besok tidak ada lagi yang berani buang sampah sembarangan,” katanya. (Chi)