Pawai Takbir AMM Kotagede, Jaga Budaya Bangsa dengan Nilai Islam

KOTAGEDE - Pawai Takbir yang digelar oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kotagede kembali menyemarakkan suasana menyambut Idul Fitri 1446 H. Kegiatan ini dimeriahkan dengan penampilan 24 peserta. Pawai yang menjadi acara tahunan ini mengambil tema ‘Kebangkitan Islam di Bumi Nusantara’ yang berlangsung di sepanjang Jalan Protokol Kotagede mulai dari Nyi. Pembayun, Jalan Kemasan, Jalan Mondorakan yang merupakan salah satu kawasan bersejarah di Kota Yogyakarta.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, yang turut hadir dalam pembukaan Pawai Takbir, Minggu (30/3) berharap, agar kegiatan ini bisa masuk dalam kalender semarak event pariwisata Yogyakarta. 
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memperkuat budaya lokal, tetapi juga dapat mendatangkan wisatawan untuk berkunjung ke Kotagede, yang dikenal sebagai pusat wisata religi di Kota Yogyakarta.

Pawai tahun ini mengambil tema ‘Kebangkitan Islam di Bumi Nusantara'.

"Saya mendukung kegiatan rutin ini bisa masuk dalam kalender semarak event pariwisata Yogyakarta. Pemerintah sangat mengapresiasi dan ini dapat menjadi lambang keunggulan di Kotagede," jelas Wawan Harmawan saat memberikan sambutan.
Selain itu, Wawan juga mengimbau agar masyarakat menjaga kebersihan selama acara berlangsung. Ia menekankan pentingnya tidak membuang sampah sembarangan, agar acara tersebut tidak hanya memberikan kemeriahan tetapi juga menjaga kebersihan dan keindahan Kota Yogyakarta.
"Kami berharap imbas dari acara ini bukan menjadi tempat pembuangan sampah. Kami mengajak panitia, masyarakat setempat, dan penjual yang berada di area ini untuk menjaga kebersihan. Sehingga, kota ini menjadi lebih baik," tambahnya.
Lebih lanjut, Wawan berharap agar pelaku UMKM di Kotagede dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Ia mencontohkan kopi SadaDjiwa yang menjadi salah satu produk lokal yang dapat diunggulkan. Ia juga mengajak agar penataan produk makanan dan camilan dilakukan dengan lebih terbuka, sehingga dapat mengurangi penggunaan wadah sekali pakai yang berpotensi menambah sampah.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan bersama tamu undangan saat mencicipi kopi SadaDjiwa yang menjadi salah satu produk lokal Kotagede.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman juga turut mengapresiasi kegiatan ini. Ia mengungkapkan bahwa Pawai Takbir ini merupakan bagian dari upaya menjaga budaya bangsa dengan nilai-nilai Islam yang mengakar kuat di Kotagede. 
"Kotagede tidak terpisahkan dari kemajuan Yogyakarta dan Indonesia melalui syiar Islam. Pawai ini menunjukkan semangat Muhammadiyah dalam membangun bangsa, dan saya berharap kegiatan ini dapat terus dilestarikan," ujarnya.
Selaras dengan hal tersebut, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kotagede, Muhammad Hatta, mengungkapkan bahwa Pawai Takbir sudah berlangsung selama lebih dari dua dekade. 
Acara ini kini menjadi ikon di Kotagede, meskipun itu, Ia juga menyebutkan bahwa terkadang acara ini menimbulkan kemacetan di jalan-jalan sekitar. "Kami mengapresiasi keberlanjutan acara ini, meskipun ada tantangan seperti kemacetan yang terjadi. Kami berharap acara ini tetap dapat dinikmati oleh semua pihak dan berjalan lancar," jelas Muhammad Hatta.

Kegiatan ini dimeriahkan dengan 24 penampilan peserta.

Ia berharap, dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, Takbir Jogja Festival 1446 H diharapkan dapat terus menjadi bagian dari tradisi yang memeriahkan perayaan Idul Fitri di Kota Yogyakarta, sekaligus menjadi daya tarik pariwisata yang semakin memperkenalkan keindahan budaya Kotagede tidak hanya Nasional tetapi hingga Internasional. (Hes)

Wawan saat menerima buku kalender Muhammadiyah Kotagede.